Clannad Tomoyo Sakagami

Clannad Tomoyo Sakagami 3

Selasa, 06 Februari 2018

Sepele, Bagian Kuning di Eskalator Ternyata Punya Fungsi Penting



Sepele, Bagian Kuning di Eskalator Ternyata Punya Fungsi Penting


V I P B A N D A R Q


Jakarta - Setiap teknologi yang dibuat untuk mempermudah manusia dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, memang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga meminimalisir risiko kecelakaan. Salah satunya adalah eskalator. Banyak bagian-bagian yang sering kita sepelekan, yang ternyata memiliki peran besar. Apa saja?


1. Sikat Di bagian Sisi

Saat menaiki eskalator yang dilengkapi dengan sikat halus di kedua sisinya, pasti kamu pernah membersihkan sepatu dengan sikat tersebut. Memang itulah salah satu fungsinya. Selain itu, sikat ini juga memiliki fungsi untuk menjauhkan kaki kamu dari sisi eskalator agar tidak terjepit.

2. Alur Eskalator

Pasti kamu pernah melihat lekukan vertikal pada eskalator. Ternyata bagian ini memiliki fungsi untuk mengunci step dan pelat sisir sehingga menghalangi bahan berbahaya jatuh ke bawah bibir eskalator yang bisa menyebabkan eskalator mogok dan rusak.
Selain itu, alur ini dibuat sebagai peringatan bagi kaki saat terlalu dekat dengan inner deck escalator. Hal ini membantu kita agar terhindar dari kecelakaan atau terjatuh saat menaiki eskalator.


3. Garis Kuning

Warna kuning adalah warna yang menandakan perhatian. Garis ini pasti ada di setiap eskalator, yaitu di sisi anak tangga, di ujung atas, serta bagian bawah eskalator. Fungsinya adalah sebagai penanda bahwa ada bahaya di lintasan garis tersebut.
Jangan meletakkan kaki di garis ini saat anak tangga mulai memasuki sisi bagian dalam, segera langkahkan kaki saat berada di ujung  karena bahaya muncul saat anak tangga mulai memasuki sisi bagian dalam. Pastikan Anda melangkahkan kaki saat berada di ujung eskalator.

4. Permukaan Eskalator Bersudut-sudut

Permukaan eskalator dirancang bersudut-sudut dengan tujuan untuk meminimalkan celah di antara bagian yang bergerak sehingga mengurangi risiko suatu benda terjepit, terutama pengguna eskalator. Namun seiring usia eskalator yang remakin tua, hal ini akan berpengaruh terhadap plat anak tangga yang akan pecah-pecah sehingga berpotensi menyebabkan terjepit.


V I P B A N D A R Q

Senin, 05 Februari 2018

Longsor di Perimeter Selatan, Ini Akses ke Bandara Soetta

Longsor di Perimeter Selatan, Ini Akses ke Bandara Soetta

V I P B A N D A R Q

Tangerang - Jalur Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta ditutup akibat longsor di bawah underpass. Namun, masih banyak jalur alternatif untuk menuju dan dari Bandara Soekarno Hatta, baik dari arah Tangerang maupun Jakarta.
"Memang sampai sekarang masih ditutup, karena kami masih fokus membersihkan material longsor," tutur Kapolres Bandara Soekarno Hatta, Kombes Pol Akhmad Yusep, Selasa (6/2/2018).


Bagi pengendara atau warga yang akan menuju dan dari Bandara bisa menggunakan jalur Perimeter Utara. Terutama bagi warga Tangerang, bisa menggunakan perimeter tersebut.

Yakni dari Lampu Merah M1 atau depan pergudangan Bandara Mas, lurus sekitar 100 hingga 200 meter, melalui pemakaman Selapajang, kemudian jalur Perimeter Utara akan ada di sebelah kanan jalan raya tersebut.
"Jalur tersebut dua arah sama halnya Perimeter Selatan, jadi bisa digunakan pengendara untuk menuju atau dari Bandara," tutur Yusep.

Kemudian, untuk masyarakat yang datang dari Jakarta tidak ada pengalihan arus. Mereka dapat menggunakan Jalan Tol kemudian masuk kawasan bandara.
Baik dari Perimeter Utara maupun jalan tol, semuanya bisa mengakses Terminal 1, 2,3 dan Terminal 3 Internasional tanpa kendala. Pada pukul 6 hingga 8 pagi tadi, memang terjadi kepadatan lalu lintas di sana.
"Padat karena jam kerja, tapi saat ini sudah seperti biasa," kata Yusep.




Sementara itu, PT Railink menyatakan belum bisa memastikan kapan layanan Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan kembali beroperasi. Hal ini menyusul kejadian longsor di underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soetta yang menyebabkan perjalanan kereta bandara dihentikan sementara.

JM Marcom and PR PT Railink Diah Suryandari mengatakan, Railink masih menunggu proses evakuasi yang dilakukan pihak terkait. Jika proses evakuasi telah selesai dilakukan dan kondisi dinyatakan aman, baru Kereta Bandara Soetta akan beroperasi kembali.
"Saat ini untuk keamanan penumpang dan proses evakuasi tidak jalankan untuk sementara. Sampai kondisinya dinyatakan aman untuk kereta bandara melintas," ujar di,  Selasa (6/2/2018).

Hingga saat ini Railink masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai kondisi di lapangan. Selain itu, tim dari Railink juga terjun langsung untuk memantau perkembangan agar layanan Kereta Bandara Soetta ini bisa segera dioperasikan kembali.